Maaf

Kata maaf memang mudah, tapi belajar memaafkan itu butuh waktu.

"Maaf, aku salah."
"Aku memaafkan kamu."

Ada perkataan bahwa kesalahan kita terhadap orang lain itu seperti paku yang kita tancapkan pada sebuah pohon. Walaupun paku itu sudah kita cabut, tapi bekasnya masih tetap ada. Dan bekas itu akan terus berada di sana, tak akan pernah hilang.

Kita tidak bisa merubah masa lalu. Satu-satunya yang bisa kita rubah adalah bagaimana kita memandangnya. Memori tentang peristiwa yang menyakitkan itu mungkin tak terhapus, tapi pandangan kita tentangnya mungkin berubah. Kita bisa merubah penilaian kita, mengikhlaskannya.

Memaafkan itu tidak berarti bila kita masih menyimpan perasaan sakit terhadap pelakunya dan apa yang diperbuatnya, atau dengan sengaja melupakan perasaan tersebut. Sikap yang kedua ini berarti kita lari. Kita lari dari pandangan dan perasaan kita sendiri.

Memaafkan yang sebenarnya adalah ketika kita bisa merubah pandangan dan melapangkan dada kita.

Allahummahdinaashiraathakalmustaqiem...

[Rabea el-Adawea]