Kata maaf memang mudah, tapi belajar memaafkan itu butuh waktu.
"Maaf, aku salah."
"Aku memaafkan kamu."
Ada perkataan bahwa kesalahan kita terhadap orang lain itu seperti paku yang kita tancapkan pada sebuah pohon. Walaupun paku itu sudah kita cabut, tapi bekasnya masih tetap ada. Dan bekas itu akan terus berada di sana, tak akan pernah hilang.
Kita tidak bisa merubah masa lalu. Satu-satunya yang bisa kita rubah adalah bagaimana kita memandangnya. Memori tentang peristiwa yang menyakitkan itu mungkin tak terhapus, tapi pandangan kita tentangnya mungkin berubah. Kita bisa merubah penilaian kita, mengikhlaskannya.
Memaafkan itu tidak berarti bila kita masih menyimpan perasaan sakit terhadap pelakunya dan apa yang diperbuatnya, atau dengan sengaja melupakan perasaan tersebut. Sikap yang kedua ini berarti kita lari. Kita lari dari pandangan dan perasaan kita sendiri.
Memaafkan yang sebenarnya adalah ketika kita bisa merubah pandangan dan melapangkan dada kita.
Allahummahdinaashiraathakalmustaqiem...
[Rabea el-Adawea]
Maaf
Gugusan Siklus
Malam itu aku rebahkan tubuhku di kursi balkon. Aku pandang langit, ah, bintang-bintang itu masih di sana. Menghiasi langit malam Kairo yang tak hitam, tapi merah temaram.
Langit malam dengan bintang dan bulan? Hihi, cerita kuno. Sekarang manusia sudah ciptakan bintang dan bulan mereka sendiri. Lebih besar dari aslinya? Nggak juga, tapi ribuan kilometer lebih dekat dan puluhan watt lebih terang dari cahaya bulan yang sampai ke bumi. Dan yang pasti, kalau rusak bisa diganti :P
Cahaya bulan memang bisa ditiru. Tapi manusia tak bisa merekayasa penciptaan malam, juga siang. Perputaran bumi, bulan dan matahari pertama kali mengenalkan manusia akan waktu. Ya, waktu. Satu hal yang mengikat kehidupan manusia, dan semesta. Yang biasa mereka sebut hari, bulan atau tahun. Hari adalah satu putaran penuh bumi pada porosnya. Bulan adalah satu putaran penuh bulan terhadap bumi. Tahun adalah satu putaran penuh bumi terhadap matahari.
Apa arti berputar? Perputaran adalah pergerakan benda dari sebuah tempat ke tempat yang sama dalam waktu yang berbeda. Perputaran adalah siklus. Bumi, bulan, matahari dan semesta semuanya bersiklus.
Manusia bersiklus? Secara fisik, mungkin tidak, tapi kehidupan mereka, ya. Mereka makan, tidur dan akan kembali melakukan hal yang sama, dalam waktu yang berbeda. Mereka lahir dari kematian dan akan kembali pada kematian, dalam waktu yang berbeda.
Siklus kehidupan berarti manusia ada untuk sebuah tujuan. Tujuan tersebut adalah awal wujud mereka. Dan kelahiran manusia adalah gerakan hidup pertama untuk kembali ke asal mereka. Siklus.
Dan sebagaimana semesta yang berputar. Bulan yang berotasi dan mengorbit bumi. Bumi berevolusi. Matahari berputar pada pusat bimasakti. Siklus hidup manusia juga terbagi pada siklus-siklus yang lebih kecil yang mengikuti alur siklus utama. Tujuan besar tersebut terbagi pada tujuan-tujuan yang lebih kecil, yang selaras dan seimbang dengan tujuan besar. Keharmonisan semesta, kehidupan.
Dan siklus tak mungkin tercipta tanpa pusat, poros. Matahari dan para planet saling menarik dalam kadar tertentu. Begitu pula gugusan bintang. Bagi manusia, poros mereka adalah yang membuat mereka mampu bersiklus. Apakah itu? atau siapa?
Ah, biarkan manusia yang menjawab, mereka kan makhluk yang paling cerdas. Tapi apakah dengan kecerdasan tersebut mereka mampu? Entahlah, barangkali poros itu kini bernasib sama dengan sang rembulan, tersingkirkan oleh lampu-lampu...
Rabea el-Adawea, 25-02-2011, 21:02:42
[ego-breaking the rules]