Untuk mu

Hari ini, nggapriel ingin mempersembahkan lagu untuk sosok teristimewa dalam hidup nggapriel. Bertepatan dengan hari jadinya. Sebenarnya pengen posting lagunya Backstreet Boys yang berjudul The Perfect Fan. Tapi lagu ini klipnya lebih menyentuh [huhuhu ;)) ].

Silahkan menikmati ^ ^:


SAMI YUSUF - Mother


Blessed is your face
Blessed is your name
My beloved
Blessed is your smile
Which makes my soul want to fly
My beloved
All the nights
And all the times
That you cared for me
But i never realised it
And now it’s too late
Forgive me

Now i’m alone filled with so much shame
For all the years i caused you pain
If only i could sleep in your arms again
Mother i’m lost without you

You were the sun that brightened my day
Now who’s going to wipe my tears away
If only i knew what i know today
Mother i’m lost without you

Ummahu, ummahu, ya ummi
Wa shawqahu ila luqyaki ya ummi
Ummuka, ummuka, ummuka ummuka
Qawlu rasulika
Fi qalbi, fi hulumi
Anti ma’i ya ummi
[translation] Mother... mother... o my mother
How i long to see o mother
“your mother, your mother, your mother”
Is the saying of your prophet
In my heart, in my dreams
You are always with me mother

Ruhti wa taraktini
Ya nura ‘aynayya
Ya unsa layli
Ruhti wa taraktini
Man siwaki yahdhununi
Man siwaki yasturuni
Man siwaki yahrusuni
‘afwaki ummi
Samihini...
[translation] You went and left me
O light of my eyes
O comfort of my nights
You went and left me
Who, other than you, will embrace me?
Who, other than you, will cover me?
Who, other than you, will guard over me?
Your pardon mother, forgive me


Lirik dari http://www.lyricstime.com/sami-yusuf-mother-lyrics.html

Situs Download Buku Berbahasa Arab

Namanya mahasiswa, nggak selalu berkocek tebal. Apalagi kalau uang minhah [beasiswa] habis, gawat. Padahal masih ingin beli buku ini itu. Hmmm, solusi pertama, pergi ke asbakiyah [pasar loak buku bekas] di daerah Attabah [dekat kampus Al-Azhar]. Selain harga yang muuiring [sampe jatuh-jatuh :D] dan bisa ditawar, banyak buku-buku langka yang amat sulit ditemukan di toko buku [kalaupun ada, harganya muuahal].

Tapi bagi yang betah dan kuat baca buku di monitor komputer, bisa mengkopi program Maktabah Syamilah [freeware]. Ukuran databasenya bervariasi dari 14 giga sampai puluhan giga. Hanya saja agak susah mendapatkan kopiannya.

Solusi lain bagi para peminat buku yang punya koneksi internet, banyak situs yang menjajakan buku-buku berbahasa arab, dan dapat didownload gratis. Berikut alamat situs-situsnya:

1. Mushthafa Digital Library [www.al-mostafa.com]

Situs ini yang menjadi favorit nggapriel sekarang. Buku-bukunya mencakup banyak bidang [tafsir, hadits, filologi, sastra, orientalisme, dll], termasuk literatur kontemporer [mis. karya Ibrahim Madkour, Ahmad Syakir, dll]. Buku tentang filsafat dan kalam juga bisa ditemukan di sini. Untuk mencari buku, anda cukup memasukkan kata kunci di kolom search.

2. Nahdet el-Arab [arabicivilization.blogspot.com & arabicivilization2.blogspot.com]

Anda mencari buku syaikh Abdul Halim Mahmud, Mahmud Syaltut, Yusuf Qaradawi, Muhammad Imarah, Ahmad Amin, Thaha Husein, Adonis, Hasan Hanafi, Abbas Mamud Al-Aqqad, dll.? di sini tempatnya.

3. Maktabah Waqfeya [www.waqfeya.com]

Alternatif lain untuk buku berbahasa Arab. Menyediakan buku dengan berbagai topik dengan tampilah situs yang lebih mudah dipahami dan klasifikasi buku yang lebih mudah dimengerti.

4. Meshkat Islamic Network [www.almeshkat.net]

Selain buku, situs ini juga menyediakan artikel-artikel berbahasa arab, terutama mengenai akidah. Ohya, situs ini mengacu pada akidah salaf.

5. Maktabah Shamela [www.shamela.ws]

Situs ini menyediakan update buku untuk program Maktabah Syamilah. Untuk membaca buku dari situs ini, anda harus memakai program Maktabah Syamilah [yang juga disediakan di laman situs tersebut]. Statusnya freeware, jadi tidak perlu bayar untuk upgrade atau crack [waks! O.O ].

6. Dahsha Encyclopedia [www.dahsha.com]

Yang ini nggapriel dapat dari Abdillah, teman kuliah yang sejurusan [thanks bro ^ ^]. Tampilannya lumayan. Hanya saja Dahsha mengindeks buku dari situs lain [mis. al-mostafa, almeshkat].

Kalau pembaca punya komentar atau tahu situs lain yang menyediakan download buku berbahasa Arab, mari berbagi informasi di sini. Terima kasih banyak ^ ^

* halaman ini akan diupdate sesuai kebutuhan


7. Situs berbagi www.4shared.com [ditambahkan 9/1/15]

Apdetan baru, hoho :D Ternyata 4shared bukan cuma tempat download mp3, tapi juga buku. Cuma untuk mencari, lebih baik tidak menggunakan fitur pencarian yang disediakan di situsnya. Hasil pencariannya lebih sering tidak ditemukan >.< Nah, untuk mengakalinya kita bisa menggunakan Google. Caranya ketik di kolom pencarian : "site:www.4shared.com [nama file yang dicari]" (tanpa tanda kutip dan tanda kurung). Thanks :)

"Ilusi Negara Islam" dalam Tanda Tanya

Sebenarnya ini bukan cerita baru, dan boleh jadi dibilang basi. Tapi daripada membusuk di hardisku, mending ditimbun di internet, barangkali bisa jadi pupuk kompos [bisa numbuhin pohon ilmu, hehe ^ ^]. Berikut ceritanya:

Pada hari Sabtu, 27 Juni 2009 lalu, kajian para mahasiswa S2 di Mesir [namanya al-Muntada] menggelar bedah buku "Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia" yang diterbitkan oleh yayasan Libforall atas kerjasama Gerakan Bhinneka Tunggal Ika, the Wahid Institute dan Ma'arif Institute. Buku yang diedit oleh Abdurrahman Wahid ini disebarkan via internet dengan cuma-cuma, namun dalam format PDF yang secured, tidak bisa diedit atau dikopi.

Yang menarik, buku tersebut memaparkan data-data penyerobotan para agen gerakan transnasional (dalam hal ini yang menjadi tertuduh PKS, HTI, MMI, DDII) terhadap aset-aset ormas moderat Islam (Muhammadiyah dan NU).

Dalam kacamataku sendiri, buku ini terbit dan berangkat dari satu cara pandang tersendiri. Ia bukan kajian lapangan an sich. Ada unsur subyektifitas yang amat kental tercermin dalam istilah-istilah yang digunakan. Islam transnasional, garis keras, radikal dan sebagainya.

Namun lupakan dulu pendapatku. Kita simak dulu, apa yang dibincangkan wakil masing-masing kelompok di forum al-Muntada:

***

Aku sampai di aula KSW [milik kekeluargaan Jawa Tengah] sekitar jam 6 sore. Acara dibuka oleh MC, ust. Ghazali, Lc., mentorku di kajian ekonomi Islam Pakeis. Kemudian disambut oleh Atdikbud, bapak Sangidu. Lalu Romli Syarqowi, aktivis NU yang juga alumni Gontor, masuk sebagai moderator bersama empat pembicara; Abdul Ghafur Maimun, MA., dari NU, Cecep Taufiqurrahman, S.Ag., dari Muhammadiyah, Iswan Kurnia Hasan, Lc., dari PKS dan Ahmad Fahrurrozi, SE., dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Perlu digarisbawahi, keempat pembicara tersebut memang bukan presentasi dari pandangan organisasi masing-masing, akan tetapi paling tidak diharapkan dapat memberikan gambaran tanggapan atau pandangan masing-masing organisasi terhadap buku ini.

Beberapa catatan dari dialog tersebut:
1. Buku ini mengalami masalah dalam tataran epistemologis. Penulis gagal mendefinisikan istilah-istilah sentral dalam buku, misal gerakan transnasional dan sebagainya. Padahal gerakan Islam sekularis dan liberalis, itu juga bisa dikatakan transnasional. Pendapat ini dilontarkan pertama oleh Iswan, kemudian diiyakan oleh mang Cecep dan Fahrurrozi.

2. Dalam metode, buku ini mengaku memakai metode kualitatif di Jogjakarta dan literatur di Jakarta. Namun kedua metode tersebut tidak mengungkap data dan angka. Lalu bagaimana bisa penulis buku ini menjabarkan sekian banyak data?

3. Beberapa peneliti yang disebutkan buku ini menyangkal itu hasil penelitian mereka. Pandangan ini disampaikan oleh Iswan. Mang Cecep juga mengiyakan, tapi beliau juga curiga, jangan-jangan ini hanya permainan. Sebab, jika seorang intelek merasa namanya dicatut atau data penelitiannya dimanipulasi, sudah sepatutnya mengajukan perkara tersebut ke meja hijau. Tapi kenyataan di lapangan, para peneliti tersebut lebih berkoar-koar di media (gak resmi?). Lain lagi dengan Gus Ghafur, beliau melihat jika seorang peneliti tidak dilibatkan dalam pengambilan konklusi, itu bukan masalah, asal hasil penelitiannya tersebut sudah diserahkan utuh. Masalah pengolahan data dan kesimpulan adalah hal yang berbeda.

4. Gus Ghafur memaparkan latar belakang gerakan tarbiyah secara singkat. Kaitannya dengan Ikhwanul Muslimin, Hasan al-Banna, Rasyid Ridha, juga gerakan Wahabi di Saudi.

5. Ust. Iswan dari PKS, menurutku lebih banyak menolak buku ini dengan berbagai kecacatan mendasar dalam metode penulisannya. Beliau juga menolak jika PKS dikatakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin (IM), PKS bukan bagian IM. Selain itu, beliau menyangkal perkawinan antara IM dan wahabi, sebab antara keduanya sendiri terdapat pertengkaran.

6. Lain halnya dengan ust. Cecep, mantan ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kairo ini setuju dengan beberapa kejanggalan di dalam metode penyusunan buku, tapi terlepas dari itu, beliau membenarkan data-data di buku yang berkaitan dengan Muhammadiyah. Semisal pengambilalihan amal usaha Muhammadiyah oleh orang-orang yang tak punya loyalitas terhadap persyarikatan, juga SK PP Muhammadiyah. Apa yang beliau dengar di Sidang Tanwir 2007 di Jogjakarta dari sebagian besar ketua-ketua cabang Muhammadiyah di Indonesia, juga PCIM London, semakin membenarkan isi buku Haedar Nashir "Manifestasi Gerakan Tarbiyah di Indonesia, Sikap Muhammadiyah, Apa dan Bagaimana?".

7. Mang Cecep lantas kemudian mengajak untuk berdialog. Tidak untuk semakin memperkeruh suasana dan menggarami luka dengan membicarakan friksi-friksi yang terjadi. Organisasi Islam harus bersatu. Bukan saatnya lagi mempermasalahkan qunut, celana sematakaki, jenggot dan sebagainya. Di samping itu, beliau juga menghimbau agar setiap organisasi menghormati batas privasi organisasi lain.

8. Ust. Fahrurrozi dengan latar belakang ekonominya menjelaskan keunggulan Islam. Dan menanggapi buku sesuai dengan tanggapan resmi HTI.

***

Kalau para S2 sudah bicara, nggapriel sementara tiarap dulu [:D]. Satu yang nggapriel setuju, dalam membincangkan permasalahan antar-organisasi Islam, selayaknya persatuan pandangan dan rasa saling memahami yang dikedepankan. Sebab organisasi apapun itu [NU, Muhammadiyah, PKS, Persis dst.] hanyalah wasilah untuk meninggikan kalimat Allah [li i‘lâ'i kalimâti'lLâh], tak lebih.

Wa'lLâhu a‘lam bi al-shawâb.

* kalau sekiranya ada kekeliruan data, koreksi dan saran silahkan ditulis di komentar. Terima kasih ^ ^


Murtad

Murtad. Wuih, itu status paling mengerikan bagi kita, umat Islam. Naudzubillah min dzalik. Semoga Allah Swt. selalu membimbing kita. [al-Fatihah: 6]

Eh, kok tiba-tiba bicara tentang murtad, Ada Apa Dengan Nggapriel? [AADN, yang ini—gak—mungkin jadi filem :D]

Setelah berpayah-payah mindahin blog ke account google yang baru, nggapriel jalan-jalan di Youtube. Video pertama, proses masuk Islamnya seorang perempuan setengah baya di Jepang. Lalu kepala sekolah di Amrik yang bersyahadat tak lama setelah kejadian 911. Trus saintis atheis [karena masalah keluarga] yang jadi muallaf.

Dan akhirnya nggapriel terhenti di dua video berikut:



Ironis memang. Padahal informasi yang diterima tidak benar. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk membenci umat lain, Kristen atau Yahudi. Kalau boleh menyadur perkataannya Dr. Abdul Mu'thi Bayumi pas kuliah kemaren [ehm... ^^], intinya peperangan hanya dilakukan kepada mereka yang memerangi Islam. Itupun masih memperhitungkan etika [tidak boleh merobohkan tempat peribadatan, memotong pohon tanpa sebab, atau mencederai orang tua, perempuan dan anak-anak yang tak terlibat perang].

Dalam Islam, angkat senjata adalah opsi terakhir setelah tawaran damai [masuk Islam atau bayar jizyah]. Itu masih lebih baik dari Bush yang berprinsip "with us or against us". Dan peperangan dalam Islam tidak dilancarkan karena alasan agama. Israel misalnya, kita [umat Islam] tidak [seharusnya] membenci mereka karena mereka beragama Yahudi, tapi karena mereka merampas tanah Palestina dengan dalih kembali ke "Promised Land". Dan seterusnya ...

Jika mereka [non-muslim] tidak pernah memerangi kita, maka mereka pun mendapatkan hak yang sama sebagai tetangga, tak berbeda dengan tetangga muslim. Itu di lingkup pergaulan. Namun dalam akidah, tetaplah "bagiku agamaku dan bagimu agamamu".

Nah, sekarang ke video yang kedua ^^



Kalau menurut nggapriel sih, video pertama berpangkal dari kesalahan informasi yang kemudian menjadi dasar untuk mengambil keputusan. Atau bisa jadi tidak adanya orang yang mampu memuaskan rasa penasaran Dina. Sedang di video kedua, sang wanita mengakui tidak ada hubungan intens antara dirinya dan Allah Swt. [melalui ibadah]. Dan [lagi-lagi] tak ada ulama didekatnya saat ia mengalami guncangan mental yang hebat. Kalau disederhanakan lagi, kasus di video pertama bersumber dari wilayah akal, dan video kedua berasal dari hati.

Islam merupakan perpaduan dari akal dan hati. Iman harus didahului oleh akal. Setelah iman terbentuk, hati ikut memainkan peran selanjutnya [dalam Islam dan Ihsan]. Iman tanpa akal akan rapuh, dan iman tanpa hati akan hambar lalu pudar. Barangkali inilah sebab mengapa [tak jarang] ada muallaf yang imannya justru lebih kuat dari muslim turunan; mengapa mereka yang tak paham bahasa Arab bisa menikmati shalat dan bacaan al-Quran layaknya [dan bisa jadi lebih khusyuk dari] mereka yang paham bahasa Arab, al-Quran dan tafsirnya.

But anyway, tulisan ini cuman pendapat seorang nggapriel belaka. Barangkali anda punya pandangan lain?

[Semoga kedua video tersebut bisa jadi bahan renungan kita, dan kita selalu mensyukuri nikmat iman serta Islam]
اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

Wa'lLâhu a‘lam bi al-shawâb.

* Edited at 5 Dec '09: Added Wa'lLâhu a‘lam bi al-shawâb.